Tuesday, February 18, 2014

HACHIKO

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - HACHIKO Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di sekitar bulan November 1923 di Odate, Jepang. Ia pindah ke Tokyo, saat majikannya pindah ke sana. Pemilik anjing itu bernama Eisaburo Ueno. Eisaburo adalah seorang tua yang tinggal sendirian di rumahnya, istrinya sudah meninggal dan anak-anaknya sudah menikah dan tidak tinggal di situ lagi. Eisaburo Ueno bekerja di sebuah universitas di dekat Tokyo sebagai seorang profesor. Sudah sebuah kebiasaan bagi orang tua itu untuk menaiki kereta listrik di Stasiun Shibuya untuk bekerja. Ia berangkat sekitar jam 8 pagi, dan biasanya ia pulang dan tiba di stasiun itu kembali sekitar jam 5 sore. Hachiko, si anjing itu, sangat setia menemani tuannya. Setiap pagi ia berjalan bersama tuannya menuju ke Stasiun Shibuya. Setelah ‘melepas kepergian’ tuannya, anjing itu pulang sendiri ke rumah. Dan uniknya tepat sebelum jam 5 sore, anjing itu sudah datang kembali ke stasiun untuk menjemput tuannya. Kebiasaan ini dilakukannya set....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saturday, February 15, 2014

KISAH BURUNG PUNG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KISAH BURUNG PUNG"Di Laut Utara Cina," demikian awal dari kisah legenda ini, "konon ada seekor ikan bernama Kun yang panjangnya mencapai ribuan meter. Ikan raksasa ini ini dapat berubah bentuk menjadi seeokr burung yang bernama Pung, yang juga memiliki panjang ribuan meter. Ketika mengepakkan sayapnya mengarungi angkasa, sayap tersebut membentang seperti awan yang menutupi langit. Pung terbang mengarungi angkasa melintasi samudra: menuju Kutub Selatan "Pung raksasa terbang menuju Laut Selatan, menggerakkan air dengan sayapnya yang luar biasa sepanjang tiga ribu kilometer, namun lebih dulu ia harus memutar angin menjadi tornado sampai mencapai ketinggian sembilan puluh ribu kilometer. Perlu waktu enam bulan untuk mencapai ketinggian tsb; hanya jika burung itu siap. Kini, hanya bentangan langit luas nan biru yang di belakangnya dan tak ada satu pun penghalang di depannya, Pung bisa langsung terbang ke selatan dengan leluasa. Bagaimana seseorang bisa membandingkan kemegahan semacam itu dengan kabut pa....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, February 3, 2014

Kenapa Belajar Gitar Klasik Bisa Melatih Otak Kanan

Sebenarnya tidak hanya belajar gitar klasik yang bisa melatih otak kanan. Bidang seni yang lain juga. Tapi disini saya akan sedikit membandingkan gitar klasik, akustik dan elektrik karena tiga jenis ini adalah "makanan" saya sebagai pengajar gitar.

Jadi, kenapa gitar klasik?

Karena kalau kamu les gitar klasik otomatis kamu akan belajar cara membaca partitur (not balok). Wah susah donk mas! Haha.

Ibarat kita sedang belajar bahasa Inggris, Arab, Jepang, Korea, atau bahasa asing lainnya sebenarnya belajar not balok tidak jauh berbeda. Karena not balok bukan bahasa "ibu", maka tidak digunakan dalam harian. Jadi terkesan sulit.

Kebiasaan adalah hal terpenting untuk menguasai not balok. Walaupun not balok ini lebih mirip memahami simbol, dari pemahaman simbol kita jadi paham not mana pada gitar yang akan dibunyikan.

Jadi, bagaimana bisa melatih membaca not balok ini bisa melatih otak kanan?

Jika kita sedang membayangkan, atau merasakan sesuatu dengan suara, mengidentifikasi warna, berimajinasi itu adalah bagian kerja dari otak kanan.

Sederhananya adalah sewaktu kita yang belajar gitar klasik dihadapkan dengan not balok, not yang kita baca, kita cari nada yang benar pada gitar. Tapi, yang lebih baik adalah sewaktu kita membaca kita sudah membayangkan nada, bahkan jari mana yang akan menekan nada tersebut. Yang sebenarnya terjadi adalah sewaktu membaca not balok, otak kita sedang membayangkan gerakan tangan hingga bentuk tangan pada gitar itu sendiri.

Saya teringat pada waktu home concert 2012, saya memajukan 9 murid saya untuk home concert. Kebetulan saya duduk sebaris dengan beberapa peserta home concert lainnya. Disebelah kanan saya persis ada seorang pemuda yang akan maju concert, dia saat itu di piano klasik grade 4.

Dia membuka-buka lagu yang akan dimainkannya. Dia membaca not-not balok dibuku tersebut sambil dia memainkannya tanpa piano. Yup dia membayangkan ada piano di pangkuannya. Ini artinya dia secara sadar/tidak sadar sedang menggunakan otak kanannya.

Sama dengan bermain gitar klasik tadi, sewaktu saya sedang memainkan lagu-lagu klasik yang saya baca, saat saya membaca, saya membayangkan jari-jari saya memainkan nada-nada tersebut diatas fretboard, dan otak tinggal menjalankan perintah ke tangan.

Hal ini juga berlaku jika kamu belajar gitar akustik dan elektrik. Sewaktu seseorang memainkan sebuah akord satu dan pindah ke akord lainnya, sebenarnya dia sudah membayangkan akord berikutnya yang akan dibunyikan. Bentuk-bentuk akord inilah yang digambarkan pada otaknya.

Jadi perbedaan dari gitar klasik, akustik dan eletrik dalam melatih otak kanan nya apa?

Menurut saya, di karena belajar gitar klasik dari grade dasar selain melatih teknik dan arpeggio juga melatih banyak lagu dalam not balok, tiap not memiliki banyak ragam motif (pattern), jadi untuk sebuah lagu saja dia harus menggambarkan/membayangkan bentuk motif yang begitu banyak, dan tiap lagu dia akan menggambarkan bentuk motif lainnya lagi. Jadi otak kanan nya bekerja begitu "keras".

Ini bagi yang tidak biasa akan merasa kelelahan terutama diawal-awal latian. Seiring berjalannya latihan akan merasa menyenangkan ibarat bermain puzzle yang menghasilkan suara-suara yang indah.

Beda dengan gitar akustik/elektrik, untuk grade- awal, grade satu dan dua yang lebih fokus dalam "mencontoh", seperti mainkan akord C, atau Bm, dan akord-akord dasar lainnya yang bentuknya bisa dihitung. Jadi latihannya otak kanannya tidak sebanyaknya pada latihan gitar klasik yang menggunakan partitur.

Tapi seandainya belajar gitar akustik/elektrik sudah sampai pada improvisasi, komposisi dan penciptaan lagu maka penggunaan otak kanan akan sama porsi. Untuk hal ini akan saya posting di lain waktu.

Jadi, kamu ingin melatih otak kanan kamu? Belajar gitar klasik aja, :-)

Yuk, mari

Dikutip dari Blog "Harwindho S (Praktisi dan  Guitar Master Teacher).

Cara Belajar Menghafal Lagu Klasik

Kali ini saya akan memberikan tips buat kamu yang sedang belajar gitar klasik. Yaitu cara memainkan lagu klasik dengan menghafal, maupun cara membaca lagu klasik.
Terkadang buat kamu yang sedang belajar gitar klasik masih mengalami kesulitan dalam memainkan lagu-lagu yang sedang dipelajari, ini mulai terasa jika sudah memasuki grade kedua keatas.
Seperti halnya murid-murid saya yang sedang belajar gitar klasik dengan saya banyak yang mengalami hal yang sama. Disaat yang bersamaa kemampuan membaca not balok (sight reading/primavista) juga di level yang kurang baik.
Hal yang menyulitkan salah satunya adalah permainan solo gitar klasik tidaklah sama dengan musik pop. Dimana didalam partitur siswa tidak dengan mudah menganalisis akord yang dimainkan, apalagi jika sudah menemui lagu yang panjangnya lebih dari 2 menit.
Kalimat-kalimat lagu yang terdapat di musik klasik biasanya terdiri dari 4, 8, 16 bar. Dimana tiap satu kalimat biasanya terdiri dari dua anak kalimat.
Jika satu kalimat terdiri dari 4 bar, maka anak kalimatnya terdiri dari 2 bar. Jika kalimatnya terdiri dari 8 bar maka anak kalimatnya terdiri dari 4 bar. Jika kalimatnya terdiri dari 16 bar maka anak kalimatnya terdiri dari 8 bar. Begitu seterusnya.
Biasanya, walaupun tidak selalu terjadi, tiap-tiap anak kalimat memiliki kemiripan ritme. Jika ada satu anak kalimat, maka anak kalimat berikutnya bisa sama atau pengembangan anak kalimat berikutnya.
Dengan memahami kalimat dan anak kalimat dari suatu lagu ini jelas memudahkan kamu yang ingin menghafal lagu klasik jadi lebih mudah daripada langsung menghafal satu part atau bahkan keseluruhan. Dimana satu part bisa terdiri dari 2 kalimat atau lebih.
Maka dari itu kita bisa fokus di anak kalimatnya. Lalu seandainya kita tidak tau anak kalimatnya gimana??
Fokus pada dua bar. Baca satu bar saja, walaupun kamu merasa terpotong pada bar itu. Baca satu baru lalu hafalkan. Lalu baca bar berikutnya (misal bar kedua) lalu hafalkan. Lalu mainkan bersambung dari bar pertama hingga kedua dengan cara membaca, lalu hafalkan.
Jika bar satu dan dua sudah dibaca dan dihafal, namun belum hafal juga, maka lanjutkan ke bar tiga, baca dan hafalkan. Lalu mainkan dari bar satu hingga bar tiga, dan hafalkan. Begitu seterusnya.
Namun bisa juga fokus pada tiap dua bar, misal tadi sudah bisa bar satu dan dua. Maka langkah selanjutnya baca bar tiga dan empat, lalu hafalkan. Jika sudah hafal, baru lah menggabungksn baru 1 hingga 4. Sehingga lebih terasa anak kalimat maupun kalimatnya.
Satu tips lagi jika dalam dua bar terdapat tada tied maka dibaca langsung dan dihafal dua bar sekaligus.
Ok, semoga tips ini bermanfaat

kutipan dari Blog " Harwindho S" (Guitar MAster Teacher)

Kenapa Belajar Gitar Butuh Concert/Home Concert

Jebreet, Jebrett, Jebbreett. Ini kata yang lagi marak di televisi. Entah kenapa untuk standar acara TV agak terdengar, maaf "kampungan", tapi hal ini membuat pertandingan bola pada malam itu terdengar tidak biasa dan orang-orang jadi mengingat.
Sama hal nya dengan musik, sebagai seorang yang sedang belajar gitar, kita butuh momen-momen "berharga". Momen "pengingat", yang digunakan sebagai batu loncatan untuk manaikkan level permainan gitar kita.
Dari puluhan murid yang sedang saya ajar kebetulan 7 orang diantara nya maju home concert 2013, agak menurun dari tahun 2012 (9 orang). Bukan masalah kuantitas si sebenarnya, karena selain keputusan ikut dan tidaknya berasal dari anak itu sendiri lalu didukung oleh orangtua. Jadi tidak semua siswa berkeinginan untuk ikut serta.
Ada beberapa faktor juga kenapa siswa tidak ikut home concert adalah tidak memiliki kepercayaan diri, malu, atau bahkan takut, dan beberapa faktor dari pihak orangtua. (hal ini akan saya bahas pada postingan lainnya).
Balik ke bahasan kita sebelumnya yaitu kenapa seorang yang belajar gitar butuh home concert?
Untuk siswa-siswa yang berusia dibawah 12 tahun biasanya mereka hanya berlatih pada jam kursus/les gitar saja. 1 minggu sekali, saya datang untuk mengajar, mereka berlatih, saya beri tugas dan mereka jarang mengerjakan. Hasilnya perkembangan si anak terkesan lambat.
Dengan ikutnya home concert, siswa akan mempunyai tujuan yang lebih jelas kenapa dia belajar gitar, karena biasanya jika seorang anak ingin belajar gitar itu biasanya sangat dipengaruhi mood, atau ada beberapa anak yang disuruh orang tuanya.
Dari pengalaman saya, jika seorang anak mendaftar untuk ikut home concert waktu berlatih si anak diluar dari jam kursus/les gitar meningkat (tanpa saya memberitahu untuk rajin latihan), misal yang tadinya latihan hanya 1 jam seminggu (itu pun pas kursus/les saja) akan meningkat menjadi seminggu dua kali, tiga kali atau bahkan tiap hari.
rutinitas adalah salah satu faktor keberhasilan seorang yang sedang belajar gitar, atau bahkan keterampilan lainnya.
maka dari itu banyak murid saya yang saya ajukan untuk home concert karena alasan tadi, sebagai booster, sebagai tujuan dia, sebagai alasan yang lebih masuk akal kenapa dia harus latihan hari ini, besok dan sesudahnya.
Jadi menurut saya, home concert itu penting namun tidak memungkinkan untuk mengikuti perform dia tempat lain. maksud saya di kampung, atau di sekolah maupun gereja yang biasanya ada sarana untuk kesana.
Disatu sisi home concert ini ibarat "medan perang" sesungguhnya. Karena walaupun kita bisa memainkan musik dirumah/dikamar/di studio dengan baik belum lah manjadi penilaian sesungguhnya. Konser hanya diberikan waktu terbatas. Tidak ada pengulangan didalam permainan.
Artinya bermain sesempurna mungkin. Beda cerita jika seorang ujian matematika ada waktu utk "berpikir", dan hasilnya bisa pasti. berbeda dengan musik mood bisa sangat berpengaruh dalam permainan. Bukan hanya bermain benar namun juga bermain indah dan tidak ada pengulangan.
Ibarat seseorang tersandung batu, dia tidak akan bisa mengulang kejadian agar tidak tersandung batu.
Jika kamu menemukan sebuah kesempatan untuk konser, segeralah mendaftar, uji diri kamu dan naikan level permainan dengan konser.

kutipan dari " Blog Harwindho (Master Guitar Teacher)

Kenapa Belajar Musik Itu Mahal Bagian 1

Apa memang selalu mahal? Adakah yang murah? Ada, lalu bedanya? trus, kenapa kebanyakan mahal?

Suatu kali saya menerima telp yang menanyakan tentang les gitar privat. Berapa mas biayanya? saya jawab Rp.200.000 bu untuk 4x pertemuan, jika datang kerumah masih ada biaya tambahan.

Kok mahal mas? apa tidak bisa kurang? tanya si Ibu, maaf bu harga nya sudah standar. 1x pertemuannya berapa lama mas? tanyanya lagi, "1x pertemuan 1 jam", "gak bisa lebih lama mas", tawar dia

Pada saat itu saya sebenarnya sedang menimbang-nimbang, maksud saya bukan menimbang-nimbang harga yang saya berikan. Diposisi saya yang sudah punya pengalaman sebagai pemain band lebih dari 10 tahun, pengalaman mengajar lebih dari 5 tahun, punya sertifikasi ABRSM (grade 5), selain itu sertifikasi Mahir Gitar klasik dari sebuah kursusan di Yogya, saya pikir harga yang saya tawarkan sudah murah sekali.

Dimana harga rata-rata kursusan musik di Yogyakarta berkisar Rp.250.000,-an untuk grade dasar dengan 1x pertemuan antara 45-60 menitnya. Dengan ilmu yang sama, silabus yang tidak jauh berbeda. Mungkin si ibu tadi sedang dalam tahap "Survey".

Ok, lalu kenapa sih kok harganya nya bisa mahal? yaitu perjam nya antara Rp. 50.000 - Rp.75.000. Sedangkan kalau les mata pelajaran seperti matematika atau bahasa Inggris perjamnya tidak sampai segitu?

Ini dikarenakan hal yang sederhana, "Tidak semua orang bisa main musik", musik bukan lah ilmu "pasti", artinya tidak bisa belajar hanya dalam kurun waktu 1-3 bulan saja.

Mirip dengan berobat ke dokter, cek dokter yang hanya 5-10 menit kita membayar Rp.10.000,- hingga Rp.100.000,-. Karena keilmuannya tidak sesederhana itu.

Kita bisa lihat pengamen, mereka terlihat mudah sekali memainkan gitar, atau anak-anak kost "sebelah" yang genjreng-genjreng tampak mudah, lalu bukan berarti belajar gitar/musik itu murah. Kalau murah kenapa sampai ada SMA (SMM) bahkan Universitasnya bahkan hingga ke gelar Profesor.

Hal ini juga yang tidak disadari masyarakat kita. Belajar Gitar/Musik intinya adalah tidak harus menjadi musisi. Yang terpenting adalah keseimbangan. Melatih otak kanan dan kiri, bisa membuat refreshing, bisa menghibur orang, bisa mententramkan jiwa, bahkan ada yang dijadikan terapi untuk penyakit.

Balik lagi kenapa bisa mahal? lembaga kursus musik seperti Yamaha, Purwacaraka kenapa bisa memberikan harga "mahal", ini dikarenakan mereka memiliki standar, alias silabus, visi, harapan murid-murid mereka jadinya seperti apa. Mereka memberikan grade, ujian, dan pengajarnya berasal dari "ahli", atau lulusan Institut Seni, atau lulusan dari kursusan lain dengan grade intermediate/advance.

Lalu ada juga pengajar Independen yang memberikan rate yang tinggi? atau atau lebih rendah bedanya apa?
tunggu pada postingan bagian kedua ya....

Kenapa Belajar Musik itu Mahal Bagian 2

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya kenapa belajar musik itu mahal bagian 1.

Pengajar musik independen, seperti saya ataupun yang lainnya kadang memberikan harga yang tidak jauh berbeda, kenapa?

Ini dikarenakan riwayat dari pengajarnya, seperti yang saya jelaskan sebelumnya saya punya pengalaman mengajar lebih dari 5 tahun, sebagai pemain band lebih dari 10 tahun, pernah recording, bahkan lagu saya tersebar secara nasional.

Back Ground dari pengajar sendiri memegang peranan penting, apakah dia belajar otodidak, melalui kursusan atau dari sekolah musik?

Ini penting, dari back ground ini bisa terdapat perbedaan yang signifikan, misal pengajar nya baru mengajar 6-12 bulan berbeda dengan pengajar dengan pengalaman 3 tahun, diatas 5 tahun atau diatas 15 tahun.

Seandainya anda menemui pengajar dengan pengalaman mengajar 6 bulan dia belajar otodidak, lalu bandingkan dengan yang pernah mengajar 1,5 tahun lulusan intermediate dari lembaga musik. Dengan anggapan keduanya mampu mengajar, biasanya kita lebih yakin pada orang yang kedua.

Sebagai pertimbangan, untuk menyelesaikan satu grade setidaknya dibutuhkan rata-rata 6 bulan, itu dengan kondisi murid rajin latian. Artinya Seorang pengajar yang sudah mengajar hampir 2 tahun itu setidaknya punya murid yang sudah "lulus" grade dasar.

Selain itu jumlah murid nya diajar dan berapa lamanya murid yang diajar, maksudnya adalah murid les gitar dengan pengajarnya hingga grade keberapa? selesai atau tidak? jika ternyata banyak muridnya yang "tidak selesai" artinya si guru kurang ok.

Adakah murid-muridnya tampil pada suatu event juga berpengaruh karena dari sini terlihat hasil belajar musik/gitar nya.

Lalu bagaimana jika anda menemui seorang pengajar yang memberikan harga "miring", tanyakan terlebih dahulu apakah metodenya tersistem (ber-grade), belajar otodidak atau tidak. lokasi belajarnya dekat tempat tinggal atau tidak.

Jadi, terkadang biaya murah juga tidak masalah, namun pengalaman mengajar itu berpengaruh pada hasil belajar musik/gitar murid, dan secara tidak langsung berpengaruh pada harga yang ditawarkan.

Namun jangan kalap juga, kalo harganya mahal pasti bagus. Sesuaikan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan tentunya. Karena ada juga yang memberikan harga Rp.200.000 - Rp. 400.000 perjam. Ini biasanya pengalaman mengajar sudah lebih dari 10 tahun, dan seorang Dosen di Universitas, dan harga sekian biasanya bukan untuk grade dasar. Harga segini juga tidak masalah jika mampu karena memang hasilnya juga baik.


dikutip dari Blog "Harwindho S" (Praktisi dan Master Guitar Teacher).


4 Point Penting Bagi Gitaris Pro Bagian 1

Pada malam pukul 09.00, tepatnya hari rabu, saya saat itu dengan santai menuju sebuah warung susu kambing, saya gak suka susu sebenernya, tapi alasan saya datang kesana karena pada tiap rabu mereka mengadakan konser kecil. Mereka menampilkan musisi-musisi jazz.

Malam itu sepi dikarenakan saat itu hujan deras, kebanyakan masyarakat Indonesia jika hujan deras lebih memilih untuk "stay" dirumah. Berhubung dirumah ada mobil nganggur, jadi saya bersemangat untuk datang.
Sesampainya disana saya bertemu guru jazz saya. Dia awalnya tidak tampil malam itu, walaupun pada akhirnya dia juga tampil 2 lagu karena desakan teman-teman.

Pada saat acara di mulai saya sempat "ngobrol-ngobrol" dengan guru saya. Saat itu dia bilang "ada 3 gak penting sebagai gitaris", katanya "jari, picking, dan senar" lanjutnya. Lalu saya tambahkan "kayu" kata saya, dia mengangguk setengah setuju. :-)
Dari 3 point yang dia sebutkan tadi saya sangat menyetujuinya. Tanpa melupakan point ke-4 yang saya sebutkan tadi.

Akan saya jelaskan, yang pertama tentang jari. Maksudnya adalah jari tangan kiri. Artinya latian penjarian tangan kiri adalah wajib, dengan senam jari hingga penguasaan scale atau tangga nada.

Dengan menguasai penjarian hingga berbagai jenis scale di berbagai posisi artinya ini melatih kelincahan dan ketangkasan. Hal ini juga berlaku untuk akord dan berbagai progresinya. 

Namun penjarian tangan kiri juga tidak menghasilkan apa-apa bila tidak diimbangin koordinasi tangan kanan maka point kedua adalah picking. Terkadang melatih picking tidak semudah yang kita bayangkan. Koordinasi picking down dan up (alternate picking) haruslah seimbang. Seimbang artinya pergerakan down dan up dengan kecepatan dan power yang sama.

Menguasai picking tidaklah cukup dengan latihan satu-dua hari. Ibarat seorang atlet marathon atau lari cepat 100 meter, untuk bisa berlari secara konstan dengan kecepatan tinggi dibutuhkan "langkah" kaki yang terkoordinasi dengan baik. 

Sama hal nya dengan picking untuk mendapatkan kecepatan yang terbaik dibutuhkan latihan yang tidak sebentar, bisa dibilang latihan tanpa henti karena picking membutuhkan koordinasi atau kerja sama dengan jari tangan kiri yang menekan senar. Makin baik koordinasi tangan kanan dan kiri maka akan menghasilkan produksi suara yang baik dan nada yang jelas seperti legato dan staccato sebuah nada akan sangat bernilai dan berarti.

Kebanyakan dari kita terlalu fokus pada melatih speed, dan banyak pula yang meng-akali speed dengan teknik slur (hammer, pull off, trill). Tapi slur adalah latihan yang berbeda. Tidak ada salahnya memang namun latihan yang lebih baik adalah keseimbangan fingering untuk melengkapi teknik bisa melatih slur secara terpisah.

Untuk point ketiga dan keempat akan saya jelaskan pada postingan selanjutnya
Cheers

Harwindho

Tips Merawat Senar Gitar

Ini adalah hal yang tidak terpisahkan dari seorang gitaris, dimana pada postingan sebelumnya saya menjelaskan tentang pentingnya senar pada postingan 4 Point Penting Bagi Gitaris Pro

Senar adalah salah satu senjatanya gitaris, ibarat sebuah pedang yang ada banyak sekali jenisnya. Seorang pendekar akan memilih pedang yang sesuai dengan gaya bertarungnya.

Sama dengan gitaris, perbedaan senar terkadang membawa perbedaan tone. Tone yang dihasilkan antara merek yang satu dengan lain berbeda.

Semisal saya saat ini menggunakan senar merek ernie ball ukuran 0.11 untuk gitar akustik, biasanya tone terbaik dari senar tersebut (menurut saya) bertahan antar 1-3 hari, dan 3-7 hari tone sudah mulai banyak berkurang dan diatas itu tone sudah mulai ekstrem berkurang. Seandainya saya mengganti senar gitar saya tiap 2 minggu sekali pasti suara gitar saya selalu mendapatkan yang terbaik. Disatu sisi pengeluaran saya akan 2x lebih banyak dan lebih buruknya senar yang saya pakai tadi belum tentu selalu ada di toko musik (toko kehabisan stock).

Jadi cukup bijak jika kita pandai merawat senar selain mempertahankan tone lebih lama sehingga memperpanjang usia senar dan jaga-jaga seandainya kita mengganti senar tiap 1-2 bulan kita masih ada waktu untuk toko supaya me-restock senar yang kita cari. :-)

Jadi saya akan berbagi tips tentang merawat senar berdasar pengalaman saya. Jika kamu ada masukan bisa langsung di comment aja....


Perawatan senar tentu dilakukan tiap hari untuk hasil terbaik. Misal jika kamu punya tangan yang mudah berkeringat maka disarankan selalu membersihkan senar setiap selesai latihan atau belajar gitar dengan cara menggunakan lap/kain bersih dan menggosoknya permukaan atas maupun yang bagian bawah senar.

Cerita sedikit, waktu itu saya sedang sering manggung keluar kota, kebetulan waktu manggung tiap minggu dari kota bandung, semarang, madiun dan Jogja. hal penting yang saya lakukan pada saat itu setiap saya selesai menggunakan gitar saya di back stage atau di hotel langsung saya lap dengan kain bersih. Dan itu berhasil mempertahankan senar gitar saya jauh dari karat dan lumayan mempertahankan tone.

Bisa juga perawatan senar dengan menggunakan zat cair yang banyak dijual di toko musik, bersihkan senar dengan teratur. Namun jangan terlalu sering menggunakannya, karena terkadang zat cair ini mengakibatkan terkikisnya senar sehingga profil senar jadi tidak bulat sepenuhnya. Atau jika kondisi senar sudah sangat berkarat baru digosok dengan zat cair ini, ada beberapa kasus malah mengakibatkan senar putus. Saran saya jika senar sudah terlanjur berkarat segera ganti dengan yang baru.

Tips dan trik lain adalah dengan menggunakan cairan anti karat untuk logam (biasanya digunakan untuk menghilangkan karat pada logam-logam pada motor atau mobil. Semprotkan cairan pada kain lalu gosok pada permukaan atas dan bawah senar tiap 1-2 hari sekali pada akhir pemakaian (malam hari). Dengan cara ini terbukti ampuh menjaga tone (walaupun tetap tidak bisa seperti baru).

Catatan lain, jika senar yang digunakan pada gitar klasik (nylon) saya cukup mengelapnya sesekali tanpa zat cair lain. Bersihkan terutama dibagian bawah senar. Senar nylon (gitar klasik) relatif lebih awet daripada senar untuk gitar akustik dan elektrik yang terbuat dari baja (steel).

Tips dan trik untuk senar salah satu yang terpenting, karena gitaris ingin menghasilkan tone yang terbaik, dan juga senar berpengaruh pada fingering pada permainan gitar. Ok, semoga bermanfaat

Cheers
Harwindho

Bagaimana Musik Mempengaruhi Tubuh Kita

Buat kamu yang hobi mendengarkan musik, atau yang sedang belajar musik, belajar gitar, belajar piano, biola, ada saat nya musik itu mempengaruhi tubuh kita bahkan ke jiwa kita.
Mungkin pernah disaat kamu sedang mengendarai mobil atau motor dengan mendengarkan musik. Dimana musik hanya seperti sambil lalu  dan mendadak tiba-tiba di sebuah bagian atau lagu tertentu membuat diri kamu menjadi dan merasa "berbeda". Lagunya bikin senang,  sedih, susah atau malah panik.
Atau mungkin buat kita yang hobi nonton film dimana tiap film pastinya ada sebuah musik yang membelakanginya. Hal ini tentu berfungsi untuk menambahkan efek tertentu pada sebuah adegan.
Misal ada sebuah adegan kejar-kejaran dan musik yang mengiringi bernuansa cepat, tanpa kita sadari kita juga merasa "tegang dan cepat", atau sebuah adegan sedih diiringi dengan lagu yang bernuansa sedih juga menambah suasana sedih bagi yang menonton.
Ada juga film horror jika ditambah dengan musik yang misterius dan mengagetkan hingga menambahkan kesan seram film tersebut.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Pada dasarnya sistem tubuh kita itu beritme. Seperti nafas, dan detak jantung kita juga beritme. Ritmis. Ketukan.
Contoh lain, pada saat gempa di jogja 2006 panik, lalu sesaat tenang kembali. Lalu muncul isu tsunami beberapa jam kemudian, sebagai orang kota banyak yang beropini, "ah mana mungkin, jogja kan jauh dari pantai", alias lebih tenang, namun itu sangat berbeda ketika disaat yang bersamaan terdengar suara langkah-langkah cepat hingga berlari tidak hanya satu orang.
Suara yang terdengar begitu ramai, gerombolam orang sedang berlari, langkah-langkah kaki yang berlarian makin keras, begitu juga banyak suara-suara kendaraan motor yang melaju seperti sebuah balapan. Orang yang mendengarnya akan terbawa suasana bahwa terjadi sesuatu yang "penting dan bahaya", tubuh bereaksi hingga mempengaruhi pikiran.
Sekarang bayangkan suara-suara itu "berbentuk" nada atau suara. Itu lah musik.
Ketika saya mengajarkan gitar pada murid saya yang baru belajar gitar pertama kali/teknik dasar, saya selalu mangajarkan mayor scale dan minor scale. Ini salah satu dasar terpenting dalam musik.
Dimana dalam mayor kita bisa mendengar sisi-sisi ceria, senang dan bahagia. Sebaliknya minor menghasilkan efek yang berlawanan yaitu sedih.
Berbeda dengan orang yang tidak belajar musik dimana tingkat "merasakan" suatu lagu dan tema berbeda dengan orang yang belajar musik. Dimana mereka merasakan musik dan menggambarkan nya sesuai dengan apa yang pernah mereka alami (contoh dari menonton film).
Dimana sewaktu saya mengajarkan "ballroom blues" karya richard wright yang berirama slow waltz, murid saya mengatakan "lagunya seperti "mengendap-endap".
Ada juga ketika saya mengajarkan kojo no suki, murid saya tampak antusias walaupun lagu tersebut dimainkan dengan minor, ternyata nada-nada pada lagu itu dekat dengan psikologis si anak, sehingga si anak suka memainkannya.
Ada kalanya saat saya memainkan sebuah etude milik carcassi yang berirama cepat dengan not seperenambelas, istri saya meminta saya untuk mengganti lagunya, karena lagunya kurang menenangkan dan saya menggantinya dengan largo karya vivaldi.
Jelas bahwa musik bisa mempengaruhi tubuh hingga jiwa pendengarnya. Musik yang diterima telinga kita memberikan reaksi pada nafas dan detak jantung kita sehingga otak menganalisis dan mengeluarkan memory lampau milik kita sehingga kita bisa merasakan kembali hal-hal tersebut.
Bukankah kita pernah merasa marah, sedih, terburu-buru, kecewa, hingga bahagia?
Maka dari itu pilihlah musik yang baik buat diri kita, sehingga musik menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat.
Salam
Harwindho S

3 (Tiga) Teknik Wajib Untuk Yang Sedang Belajar Gitar, (Part 2)

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya "3 Teknik Wajib Untuk Yang Sedang Belajar Gitar Bagian 1". Jika belum membaca, klik disini

Teknik kedua adalah akord. Tidak dipungkiri banyak orang menilai bisa bermain gitar ada bisa bermain akord. Bener juga si, tapi pertanyaannya adalah akord yang mana dan bagaimana.

Banyak yang sudah senang bila sudah bisa bermain 3 akord, padahal bisa bermain gitar tidak hanya penguasaan 3 akord saja, namun penguasaan progresi akord di 12 kunci. Hal ini saya jelaskan lebih detail pada kursus online/offline saya.

Banyak sekali orang yang hanya fokus pada lagu padahal dibelakang itu ada komposisi dari berbagai akord, sejauh mana pengenalan akord dan progresi akordnya, karena penguasaan ini lebih penting dari pada bermain lagu sendiri.

Akord yang berupa harmoni sangat indah didengar, namun hal ini tidak lepas dari peranan scale sebagai pembentuk akord, maka sebenarnya scale dan akord tidak bisa dipisahkan, apalagi jika seorang gitaris bermain improvisasi.

Teknik ketiga adalah arpeggio. Arpeggio mendapati not-not utama pada akord. Dalam posisi ini teknik dikembangkan ke broken chord yang biasa kita dengar pada musik folk-folk atau untuk orang awam biasa menyebut dengan lagu petikan.

teknik ini membawa gitaris kearah yang lebih jauh, sehingga akord tidak selalu "membosankan", bahkan jika dikombinasikan dengan baik bisa menghasilkan improvisasi yang brilian, jadi kembali lagi scale menjadi hal dasar arpeggio, dan arpeggio sendiri membentuk harmoninya akord.

Tiga hal tadi saling berhubungan dan tidak bisa dilepaskan, nah yang harus diketahui untuk para pemula atau yang sedang belajar gitar, hal ini dilatih step by step sama seperti materi saya pada les gitar online dan offline.

Bahkan 3 teknik dasar ini adalah pondasi utama untuk mengembangkan ilmu gitar lebih jauh. Tidak terlepas dari musik itu sendiri yaitu nada-nada yang diritmekan, maka ketiga teknik tadi juga harus dilatih dengan ritme. Apa itu Ritme? Kenapa ritme penting? hal ini sudah saya bahas pada postingan lain (bisa klik disini).

kutipan dari blog "Harwindho S" (Guitar Teacher),

3 Teknik Wajib Untuk Yang Sedang Belajar Gitar Bagian 1

Ada beberapa orang yang bilang belajar gitar itu bisa sendiri, kan gampang, atau belajar piano itu bisa sendiri, kan gampang, namun banyak juga yang bilang pernah belajar gitar tapi gak bisa-bisa, atau orang-orang yang "merasa" dirinya sudah bisa main gitar, tapi setelah ditanya ini dan itu bagaimana main ini dan itu baru merasa tidak bisa, atau ada lagi yang sebenarnya sudah bisa namun karena tidak pede apakah permainannya benar jadi mengaku tidak bisa.

Itu adalah gambaran sudut pandang orang-orang tentang belajar gitar. Bagaimana dengan anda? apakah anda ada bagian dari kelompok diatas?

Untuk bisa! saya katakan bisa ya bukan mahir.... ok, saya jelaskan bisa itu yang bagaimana.

Misal kita ambil contoh kemampuan/ketrampilan mengendarai mobil. Ternyata untuk bisa mengendarai mobil itu ada tekniknya. Saya teringat waktu awal-awal belajar setir mobil, saya diharuskan menghafal persneling (pindah gear), dari gear 1 ke 2, dari 2 ke 3, dan seterusnya.

Lalu ada lagi penguasaan kopling, dan setengah kopling, gas dan tentu saja reflek untuk ngerem. Dan penguasaan dashboard tentu saja, wheel steer, lampu, wiperdan lain lain.

Baru lah kita menjalankan mobil, perlahan terlebih dahulu karena kita harus membiasakan view dari kemudi, jarak pandang hingga perkiraan ukuran badan mobil sehingga tidak menyerempet atau memudahkan parkir.

Dari semua teknik tadi kita sudah bisa menjalankan mobil dengan aman (asal gak nabrak lho ya), namun ini hanya bisa. Bukan Mahir. Jadi sekedar bisa.

Lalu Mahir nya yang gimana?

Pernah nonton balap mobil rally? atau aksi-aksi film action dengan balapan mobil seperti fast and furious atau sejenisnya. Bagaimana seorang pengemudi bisa melakukan driftingslalomdrag race dan macam-macam. teknik-teknik ini tentu sudah teknik lanjut, teknik lanjut yang dipoles terus menerus hingga terlihat "cantik", ini baru yang namanya mahir.

Posisi "Mahir" tentunya tidak melupakan posisi "Bisa"....iya kan?

Begitu juga dengan belajar Gitar ada 3 teknik untuk gitaris pemula atau yang sedang belajar gitar dan hukumnya adalah WAJIB.

Teknik pertama adalah scale (Tangga nada). Banyak sekali murid saya yang di grade 1 merasa latihan ini sia-sia, ini latihan yang membosankan, tidak berbentuk lagu. Dan itu "tampak" benar.

Saya pernah jelaskan ini pada postingan saya sebelumnya tentang esensinya belajar tangga nada (bisa klik disini yang belum baca).

Pemahaman dan dasar fingering ada di scale. Terserah anda menolaknya atau bagaimana, pada akhirnya nanti kita sangat membutuhkan, dan ini sangat terasa ketika para murid saya masuk ke grade 2 keatas. Scale adalah pondasi. Yang membedakan grade 1 dan grade lainnya salah satunya adalah teknik scale ini. Jadi ini tetap wajib dipelajari dan dilatih bahkan untuk kamu yang pertama kali belajar gitar dari nol sekalipun hingga mahir

Penguasaan permainan melody juga diawali dari penguasaan scale, hingga penguasaan nada pada keseluruhan fret.


(bersambung part 2)/
kutipan dari : blog harwindho S
MAU ... LANCAR BERMAIN GUITAR dng CEPAT
(HANYA 8 PERTEMUAN) BEBAS WAKTU ; 90 MNT. VERY INTENSIV.
DIJAMIN ANDA SUDAH BISA BERMAIN GITAR SECARA LANCAR !!







PAKET YANG DISEDIAKAN :
1. PAKET BELAJAR KUNCI DASAR (CHORD DASAR). 
Dasar-dasar kunci pada chord adaah seperti kunci C, F dan G, Dm, Em, A, Am. Targetnya adalah memahami kunci dasar-dasar.

2. PAKET BELAJAR BASS
Kunci Bass sangat dibutuhkan dalam Support lagu-lagu chord. Diajarkan Bagaimana menguasai teknik dasar Bass dari Bass bernada E, F, G, A, B, C, D dan E serta variasi-variasi Bass dan naik turun nya Baass yang dilambangkan dengan Kress(#) dan Moll(b).

3. PAKET BELAJAR MELODY
Dimulai dasar-dasar kunci yang akan digunakan. Melodi dimulai dari c(do) d(re) e(mi) f (fa) g(sol) a(la) b(si) dan do'(do). c ke c' atau do ke do tinggi disebut 1 oktap.


Murid Kursus yang berminat akan diberi berupa Bonus sebagai Panduan untuk Belajar.

BONUS YANG TERSEDIA :
1. CD DAN BUKU TENTANG BELAJAR  MUSIK


2. BUKU MUSIC UNTUK TRAINING MUSIK PEMULA.



BER - MINAT HUBUNGI
- NO SIMPATI : 0821 749 39724 
- NO XL : 087783213930

PERUSAHAAN :  CV RADEWA SOLUSINDO, Fiola Herman, SH, Mkn.
Alamat Perusahaan : Rt 02 Rw03, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.